BNP2TKI: 3 TKI NTB Diberondong Tembakan Polisi Malaysia Ferdinan – detikNews

Posted: April 26, 2012 in Uncategorized

akarta Berdasarkan hasil penelusuran tim Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), ditemukan fakta tiga TKI asal Lombok Timur, NTB diberondong tembakan oleh polisi Malaysia.

Temuan ini didapat dari kunjungan lapangan Direktur Pengamanan Kedeputian Perlindungan BNP2TKI Brigjen (Pol) Bambang Purwanto bersama tim di Malaysia selama dua hari.

Untuk menelusuri prosedur penembakan tiga TKI yang tidak wajar itu, Bambang mendatangi kepolisian di Malaysia dan mendapatkan keterangan akan segera diumumkan pihak berwenang di sana. Tiga TKI yang tewas adalah Herman (34) dan Abdul Kadir (25), asal Dusun Pancor Kopong, Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB serta Mad Noor (28) beralamat Dusun Gubuk Timur, Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.

“Mereka hanya menegaskan secepatnya dan soal persis waktunya tidak disampaikan,” tegas Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (26/4/2012). 

Menurutnya, penembakan pada tiga TKI terjadi di area Port Dickson (pelabuhan), Negeri Sembilan, Malaysia pada 24 Maret 2012 sekitar pukul 05.00 waktu setempat.

”Penembakan dilakukan atas dugaan para TKI melakukan upaya perampokan di kawasan Kampung Tampin Kanan Tinggi, Port Dickson, Negeri Sembilan,” jelasnya.

Ketika diberondong tembakan, kata Bambang, ketiga TKI diketahui polisi menggunakan masker di wajahnya, membawa parang, serta menggunakan sarung tangan.

Keterangan yang diperoleh juga menyebutkan, para TKI berusaha melawan hingga polisi melepaskan tembakan berkali-kali ke bagian wajah dan tubuh atau dada, yang kemudian membuat ketiganya meninggal dengan cara mengenaskan.

Ia menambahkan, jasad para TKI lantas dibawa ke RS Port Dickson, namun tidak dilakukan tindakan autopsi langsung karena ketiadaan data diri. Autopsi pun baru dilakukan pada 26 dan 27 Maret 2012, setelah dinyatakan oleh Wildan selaku keluarga sekat para korban di samping penegasan seorang majikan (pengguna) bernama Lim Kok Wee, yang juga mengenal Abdul Kadir sebagai pekerjanya saat keduanya bertandang ke rumahsakit dengan diantar petugas polisi, 25 Maret 2012.

Autopsi pertama pada 26 Maret terhadap dua jenazah yaitu Abdul Kadir Jaeleni dan Herman. Jasad Abdul Kadir ditangani dokter Mohd Khairul Izzati Omar sedangkan dokter Muhammad Huzaifah Rahim mengautopsi jasad Herman. Selanjutnya pada 27 Maret, giliran jasad Mad Noor yang diotopsi dokter Safooraf.

”Hasil autopsi menyimpulkan mereka tewas oleh tembakan berkali-kali di bagian kepala maupun tubuh korban,” kata Bambang. 

Adapun sijil (sertifikat kematian) menyangkut ketiga TKI dikeluarkan rumahsakit pada 26 Maret untuk almarhum Abdul Kadir dan Herman, sementara almarhum Mad Noor sijilnya keluar pada 27 Maret.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s